SINOPSIS SURAT KECIL UNTUK TUHAN (SKUT)
Resensi buku
Judul buku : Surat
Kecil untuk Tuhan
Penulis : Agnes Davonar
Penerbit :
Irnanda Published
Tahun
Terbit :2008
Tebal Buku :232
halaman
Cetakan :Jakarta,September
2011
Edisi :Ke-8
Harga :Rp.
39.000
Halanganku bukan penyakitku
Buku ini mengisahkan ulang cerita pilu seorang gadis bernama
Keke atau Gita Sesa Wanda Cantika. Ia terkena penyakit yang terbilang langka
bernama Rabdomiosarkoma atau yang dalam bahasa awam dikenal
dengan nama kanker jaringan lunak. Keke sendiri merupakan pasien pertama di
Indonesia yang terdeteksi terkena penyakit tersebut. Hal ini yang menjadikan
kisahnya sangat menggugah. Keke divonis terjangkiti penyakit tersebut di usia
13 tahun dan hanya dalam jangka waktu 5 hari saja! Kanker jaringan lunak
tersebut perlahan merubah wajah belia keke. Ia menjadi seseorang yang tak
dikenali lagi sebab wajahnya menjadi sesuatu yang tak elok dipandang mata. Bagi
anak-anak, mungkin wajah keke tersebut akan dipanggilnya rupa monster.
Gadis
malang itu nama lengkapnya Gita Sesa Wanda Cantika yang orang biasa
memanggilnya dengan Keke. Usianya baru 13 tahun, orangnya sangatlah enerjik dan
periang. Dia tinggal bersama dengan
kedua kakak laki-lakinya yaitu Kiki dan Chika beserta sang ayah Joddy yang
baru-baru cerai dengan ibunya Keke. Sehabis Ibu dan ayah keke bercerai ,keke
ikut ayahnya, keke menjadi tidak semangat untuk sekolah. Akhirnya karena bujuk
rayu ayahnya, keke mau bersekolah di pondok pesantren al-kamal. Walaupun Keke
batu pertama masuk sekolah barunya, tetapi ia menjadi siswi yang aktif di
sekolah,mengikuti banyak kegiatan. Keke memilih sekolah di pondok pesantren
yang bermutu swasta , karena Keke tidak ingin pintar dalam dunia , tetapi
akhiratnya juga diutamakan. Keke selalu diberi nasehat oleh ayahnya kalau hidup
harus berpegang pada pedoman agama yaitu Al-qur’an. Keke sebagai remaja
pastilah pernah naksir , dia suka sama Andi seorang pemain basket sekolahnya.
Pada saat ini Keke mengalami menstruasi pertamanya , dia terlihat sangat panik
akan hal itu. Ayahnya menjwab kalo Keke sudah dewasa. Tak hanya itu ,ayah selalu memberi masukan
kepadaku hal apa saja yang harus aku hindari ketika datang bulan itu datang.
Pada suatu hari
Keke terkena penyakit mata dari kakaknya. Keke kira itu cuma penyakit mata
biasa saja dan dia pun tidak khawatir dengan penyakit matanya itu. Tapi, selang
beberapa hari penyakit matanya tidak kunjung sembuh. Keke sempat dibawa ke
dokter setelah pulang sekolah, tetapi Keke mengundurkan jadwalnya ke dokter
,karena ia harus membela tim volinya. di tengah permainan voli , tiba tiba Keke
merasa pusing dan matanya berkunang kunang. Maya, teman Keke menghampiri Keke
dan memberitahu Keke kalau Keke mimisan. Keke tidak sadar kalau seluruh kaos
olahraganya tersiram tetesan darah. Setelah itu, Keke dibawa ke toilet untuk
untuk membersihkan darah mimisan. Ayah dan pak iyus yang bergegas menuju uks
sekolah menghampiri Keke. Keke langsung dibawa ke dokter. Dokter menyatakan Keke
sakit sinus dan memberikan resep untuk
Keke , jika dalam waktu 5 hari masih tidak ada perubahan. Keke harus melakukan
ronsen kepada spesialis tht . keke
langsung pulng dan meminum obatnya. Kemudian setelah 5 hari keketidak ada
perubahan, lalu ayah keke mebawa ke dokter ahi tht sesuai rujukan dokter adi. Keke menemui prof lukman yang
menyuruh aku untuk langsung di laboratorium dan ronsen. Setelah itu , keluar
hasil ronsen atau yang dikenal copy scenen prof. Lukman memperhatikan hasil
itu. Prof. Lukman menyuruh Keke keluar dari dalam ruangan ,karena prof. lukman
ingn berkata serius tentang penyakit yang diderita Keke kepada ayah Keke.
Prof.Lukman mengatakan jika Keke mengidap penyakit rabdomiosarkoma atau bahasa lokalnya sering disebut kanker jaringan
lunak yang sudah ganas mencapai stadium 3. Padahal stadium tiga suah termasuk
yang dapat membunuh sel-sel dalm tubuh. Stadium ada 4 yaitu stadium pertama
,kedua, ketiga ,dan keeempat. Ada cara lain untuk mengangkat kanker itu, yaitu
dengan operasi. Tetapi, dengan operasi pengangkatan tulang pipi,mata dan
sebagian wajah Keke. Akibatnya dari operasi itu adalah wajah Keke yang tidak
seperti orang normal. Tak wajahnya yang berubah , tetapi ia hanya bisa melihat
dengan satu matanya saja. Kemudian, Ayah keluar dari ruangan ,Keke langsung
menghampiri ayah dan ia menyatakan sakit yang dideritanya, ayahnya menjawab
Keke hanya sakit flu. Beberapa hari setelah Keke periksa, ibu Keke menjenguk
Keke dengan penuh kasih saying seorang ibu , Keke merasa nyaman di samping ibunya.
Karena sudah malam ibu Keke memutuskan untuk pulang. Hari berikutnya Keke
merasakan tumbuh benjolan lunak disekitar matanya yang mengganggu
penglihatannya.
Apa yang
dikatakan oleh Prof.Lukman menjadi kenyataan kanker itu terus berkembang dalam
waktu singkat. Keke mulai kehilangan rasa peka dan indra penciuman. Tetapi ayah
Keke masih tetap memberi semangat untuk Keke. Keke memaksakan untuk pergi ke
sekolah meskipun Keke tidak yakin dengan dirinya sendiri karena dia malu akan
mukanya yang seperti itu.Keke sangat terpukul dengan keadaan yang seperti itu,
namun semangat Keke tidak pernah luntur menghadapi kesehatannya yang terganggu.
Sakit yang diderita Keke semakin parah, ayah Keke menyembuhkan penyakit Keke
dengan bantuan obat herbal yang diracik mas indung. Obat herbal itu rasanya
sangat tidak enak dan sangat pahit, tetapi Keke tetap memakannya untuk
kesehatannya. Benjolan yang dulu sebesar bola tennis sekarang benjolan itu
sebesar kepalaku sendiri yang menempel pada wajah. Kanker Keke mulai menjalar ke
seluruh tubuhnya.kesulitannya kini tak hanya pada wajahnya tetapi pada bagian
rongga pernapasannya. Ketika Keke tidak tahan dengan rasa itu , ia hanya bisa
menangis menahan emosinya. Satu bulan sejak pencarian pengobatan tradisional
yang kulalui dan tiba di pencarian terakhir . ayah mendapat informasi tentang
Haji yang dapat mengobati segala penyakit. Akhirnya Keke ditemani teman
temannya mau menjalani pengobatan itu. Dan tiba disana Keke diharuskan
mengantre dan antrean itu panjang sekali. Menyebabkan kelelahan pada Keke ,
Ayah , pak Iyus dan teman temanku. Setelah mengantre ,akhirnya pak haji menemui
Keke. Pak haji kaget ternyata penyakitku sangat ganas yaitu kanker, pak haji
tidak bisa mengobati penyakit kanker , jika masih tumor pak haji bisa. Keke sontak
langsung menangis melihat kenyataan yang ada didepannya yang ada pada dirinya.
. Padahal Keke selalu menjaga kesehatan. Factor penyebab kanker pada Keke tidak
diketahui. Rasanya Keke ingin tidur panjang , dan tak ingin lagi ada di dunia.
Keke benar benar patah semangat. Makan dia tidak mau. Beberpa saat , Andi
datang membujuk keke untuk makan dan minum obatnya. Setelah Andi menemui Keke,
menghidupkan lagi semngat Keke yang mulai luntur .
Ayah
begitu bahagia melihat Keke kembali bersemangat menjalani hidup. Ayah pun
semakin berharap semangat Keke selalu ada. Ayah adalah orang yang pantang
menyerah dalam menyembuhkan hidup Keke. Ayah menemui prof. mukhlis yang tekenal
menyembuhkan penyakit kanker selama 20 tahun. Setelah Keke diperiksa prof.
mukhlis , hasilnya menakjubkan , ternyata kanker yang diderita Keke adalah
kasus kanker pertama di Indonesia. Cara prof. mukhlis tetap sama yaitu dengan
jalan operasi. Tetapi Ayah menolaknya ,karena cara operasi seperti itu dapat
menghilangkan sebagian wajah Keke. Ayah memilih jalan lain yaitu
kemoterapi. Saat dikemoterapi Keke
bermimpi bertemu sosok yang layaknya malaikat malaikat yang putih dan cantik.
Akibat dari kemoterapi menyebabkan rambutt Keke rontok dan kepalanya botak. Selain
itu, Keke merasakan rasa panas dan mual yang luar biasa. Setelah kemoterapi
pertama itu selesai,aku mendapatkan reaksi dari obat itu yang begi keras
menyebabkan aku muntah-muntah. Namun,aku tidak patah semangat. Di rumah sakit
Keke tidak sendiri karena Keke ditemani keluarga yang utuh dengan ibunya yang
datang memberikan semangat untuk Keke. Keke harus menjalani sampai 5 kali terapi.
Di kemoterapi yang keempat Keke mengalami koma selama 2 hari ,keluarganya dan
temntemannya nampak cemas melihat Keke tidak tersadar dari tidurnya. Tetapi
keluarga dan temen teman Keke tidak henti hentinya membaca ayat suci Al qur’an.
Tak beberapa lama, Keke terbangun dari tidurnya. Semuanya memeluk Keke, dan
Keke sempat bingung akan hal itu. Semua menangis terharu karena Tuhan masih
saying sama Keke . mukjizat dari Tuhan karena Keke bisa bangun lagi. Tak lupa
Andi selalu memberikan nasehat yang terbaik untuk Keke. Menyambut kesembuhan
Keke ,ayahku mengadakan selamatan dengan dihadiri keluarga yang utuh dan teman
temanku.
Keke
sudah dinyatakan sembuh oleh Prof. Lukman. Hari indah dan harapan yang Keke
nanti akhirnya telah datang. Doa Keke selama ini telah didengar oleh Tuhan.
Kesabarn dan keikhlasan menerima semua cobaan ini telah terbayar dengan
kesembuhan Keke. Keke mulai beraktivitas kembali seperti dulu. Dan di sekolah
tak ada permusuhan lagi antara Keke dan Angel .mereka sekarang ajdi sahabat.
Bahkan ayah Keke mengajak liburan bersama ke villa kota bunga . bersama dengan
Andi.
Keke
mulai merasakan hal yang aneh seperti dulu saat ia menderita kanker, dia sering
mimisan dan matanya sekarang sering gatal. Keke akhirnya menanyakan kepada
Ayahnya . dan keesokan paginya Ayah langsung mengajak Keke pada Prof. Mukhlis
dan menanyakan tentang keadaan Keke. Setelah itu, Prof. Mukhlis mengajak Keke
pada ruang laboratorium dan Keke kembali dironsen lagi. Prof. mukhlis
menyimpulkan, penyakit kanker Keke kembali tumbuh , tetapi berpindah tempat.
Ayah Keke tidak menyangka mendengar perkataan Prof.Mukhlis . Prof.Mukhlis
menyarankan Keke akan diobati dengan cara kemoterapi seperti dulu. Ayah Keke
tidak sanggup mendengar hasil copy scenen itu, dan tidak tahu harus menjawab
apa kepada Keke. Derai air mata keluar dari mata Ayah. Ayah Keke tidak
memberitahu Keke kalau anaknya yang satu satunya perempuan itu kembali
terserang penyakit kanker. Keke mengetahui hasil copy scenen itu dari meja
kerja ayah ,yang hasilnya Keke terserang kanker. Keke mengetahui itu dengan
sendirinya dan berusaha menanyakan kepada ayah ,ayah tidak akan membohongi Keke
lagi. Akhirnya ayah Keke berkata jujur kalau Keke memang benar kanker itu
datang lagi. Keke tidak kuasa menahan pilu air matanya. Ayah Keke kembali
memberi semangat hidup untuk Keke. Keke berada dipelukan hangat ayahnya yang
membuat Keke kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan. Ayah meminta maaf kepada
Keke kalu ayah tidak bisa menjaga keke dengan baik, Keke tidak mempermasalahkan
itu yang terpenting ayah selalu ada di samping Keke dan membuat Keke kuat.
Walaupun
Keke masih sakit kanker , tapi masih bisa sekolah. Tetapi waktu di sekolah Keke
sempat mimisan dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan kemoterapi dan
radioterapi. Tetapi pihak rumah sakit menolak karena usia Keke yang masih
remaja. Mendengar kabar yang seperti tu Ayah Keke tidak pantang meyerah,ayah
Keke meminta bantuan pejabat yang dikenal dekat dengan ayah Keke suapaya Keke
bisa dengan cepat di kemoterapi. Akhirnya cara itu ampuh membuat pihak rmah
sakit luluh dan mau kemoterapi Keke.sembari mengurus prosedur pengobatan,wajah
Keke kembali membengkak. Dan kala itu tante Keke menemui Keke dan mananyakan
kenapa Keke bisa sampai seperti ini. Om dan tante Keke yang awalnya bahagia pun
menjadi menangis karena melihat keadaan Keke. Andi tak henti hentinya
memberikan semangat pada kekasihnya Keke itu.akhirnya aku menjalani kemoterapi
kembali. Di kemoterapi yang pertama Keke koma selama 3 hari dan membuat orang
disekitarnya menjadi cemas dan khawatir akan keadaan Keke. Tetapi seiring
berjalaannya waktu di kemoterapi kedua dan ketiga Keke terlihat biasa saja .
mungkin pada kemoterapi pertama Keke kaget akan reaksi yang terjadi pada
tubuhnya. Professor tiba tiba menemui Keke dan ayah Keke dengan wajah yang amat
lesu mengatakan jika Prof. tidak bisa melenyapkan kanker yang ada pada tubuh Keke
itu. Keke berusaha menerima kabar dari Prof. itu dengan bijaksana. Mungkin
kanker pada diri Keke sudah menjadi titipan Tuhan dalam hidup Keke. Berbeda
dengan ayah Keke yang tak sekuat dahulu menghadapi kanker Keke dan Ayah
bercucuran air mata. Keke berusaha menguatkan hati ayahnya yang sangat tidak
kuat menghadapi kenyaataan yang pahit.
Setelah
Prof. Mukhlis menyerah pada penyakitku, akhirnya ayah pergi ke Singapura untuk
mencari pengobatan untukku. Saat ayah ke Singapura , Keke dijaga oleh ibunya.
Keke sangat senang.Keke sangat rindu akan pelukan ibunya. Tak hanya itu,
terkait hubungannya dengan Andi, Keke ingin memutuskan hubungan Andi ,tetapi
Andi menolaknya dan Andi belum siap jika ia memutuskan hubunganya dengan Keke
yang selama ini. Keke tetap saja ingin memutuskan Andi karena Keke tidak ingin
merepotkan Andi lagi. Tetapi sebenarnya Andi tidak merasa direpotkan dalam
keadaan Keke yang seperti ini. Keke tetap ingin Andi pergi dari hidup Keke,
tetapi Andi tidak pergi juga,Keke akhirnya menyuruh Ayahnya untuk menyuruh
pergi Andi dari ruangan Keke. Sebenarnya Keke sangat tidak ikhlas jika Andi
pergi, jika Andi pergi. Tetapi inilah jalan terbaik yang harus ditempuh Keke ,
supaya nantinya Andi tidak terluka kalau Keke sudah dijemput oleh Tuhan.
Menjelang keberangkatan ke Singapura, ayah telah meminta kepada pihak sekolah.
Pihak Sekolah mengijinkan Keke cuti selama 4 bulan . teman teman Keke sangat
sedih akan hal itu. Tetapi, teman teman. Keke sekarang berobat di rumah sakit
Elisabeth yang terkenal di Singapura.
Setiba di Singapura Keke langsung menuju
daerah orchard ,dimana rumah sakit yang akan menjadi tempat Keke berobat
terletak di kawasan tersebut. Keke mulai dikenalkan dengan Prof.Peng. Prof Peng
adalah professor yang sangat terkenal di Asia ,professor itu menyapa dengan
ciri khasnya. Keke langsung diperiksa oleh Prof.Peng. dan Keke langsung dibawa
ke ruang ronsen untuk diperiksa lebih lanjut , proses itu berlangsung selama 2
jam. Setelah selesai proses ronsen . hasilnya dapat dilihat pada copy scenen. Prof.Peng
memeriksa hasil ronsen tersebut, dan professor tidak mengira kalau kanker Keke
adalah kanker yang jika dilakukan kemoterapi kanker itu masih bisa muncul atau
kanker yang kebal jika dikemoterapi. Professor menyarankan untuk ayah untuk
dilakukan operasi , tetapi sam dengan di Jakarta . operasi itu menyebabkan Keke
kehilangan ruas wajah kanan dan pelipisnya. Ayah menanyakan cara lain kepada
professor, tetapi professor menjwab dengan menggelengkan kepalanya pertanda
tidak ada cara lain selain operai itu. Beranjak dari masalah itu. Ayah selalu
membahagiakan aku, setelah selesai pengobatan Keke dan ayah jalan jalan di
sepanjang jalan orchard. Ayah menawarkan kepada Keke ingin makanan apa. Keke
pun senang , Keke langsung menjawab kalau Keke ingin makan burger dan coca
cola. Akhirnya ayah mengantarkan Keke ke Mc.donald. Keke sangat senang , sudah
lama ia tak memkan makanan sperti itu, soalnya dulu ayah selalu ketat mengawasi
pola makananku. Kenangan makan burger itu tak akan pernah Keke lupa karena
seharii harinya Keke cuma makan bubur tanpa rasa.
Setelah
sepanjang malam Keke dan ayah berjaln dan menikmati kota Singapura ,tubuh Keke
terasa lelah dan letih tak kuat berjalan kembali menuju rumah sakit. Ayah dan
Keke naik taksi, ketika hendak turun dari taksi. Keadaan Keke sangat lemah saat
itu. Ayah menawarkan kepada Keke untuk menggendong Keke. Sepanjang perjalanan
menuju ruangana rumah sakit, ayah menyanyikan lagu tegar yang dinyanyikan oleh
Rossa. Keke terlelap tidur. Ayah mengucapkan selamat tidur pada Keke dan
memberikan kecupan kasih sayang pada Keke. Setelah itu , Keke terbangun di
waktu yang sangat pagi. Ayah menyambut Keke dengan senyuman hangat di pagi
hari. Ayah terlihat membawa sarapan pagi untuk Keke. Ayah menyuapi aku dengan
penuh cinta. Sesudah makan Keke menanyakan tentang keputusan Prof.Peng kepada
Ayah. Sembari ayah meletakkan sisa sarapanku. Ayah mengatakan kalau lebih baik
Keke kembali pulang ke Indonesia karena di Indonesia juga dokternya bagus juga.
Keke semakin bingung dengan perkataan ayah yang seperti itu, akhirnya ayah
menjelaskan jika pengobatan yang ditempuh yaitu sama dengan yang ada di
Indonesia yaitu Keke harus melakukan operasi. Dan ayah tidak mau operasi itu
karena ayah tidak mau anak Ayah perempuan satu satunya jadi cacat karena kehilangan
sebagian hidung, mata, dan kulit pipi. Air mata ayah mulai bercucuran. Melihat
ayah begitu sedih , Keke memeluk ayahnya dengan erat dan hangat. Setelah melalu
pembicaraan yang rumit dan berbagai pertimbangan akhirnya ayah memutuskan untuk
membawa Keke kembali ke Jakarta. Sebelum aku kembali dari Jakarta . ayah
memeberitahu teman temanku, mereka dengan antusias menyambutku datang ke
bandara. Hal yang diinginkan Keke ketika kembali ke Indonesia adalah
bersekolah. Dengan bersekolah Keke bisa merasa senang dan bahagia bersama
sahabat sahabat Keke yang sayang sekali sama Keke. Selama Keke bisa untuk
mendengar dan melihat sahabat sahabat Keke disitulah Keke benar benar
memanfaatkan sisa waktu di hidup
Keke sangat senang ketika ia bisa
merasakan bulan suci ramadhan lagi dan Keke merasa senang karena ia dapat
mengikuti puasa lagi. Walau dalam 2 tahun ini Keke kesehatannya terganggu
tetapi Keke tidak pernah melewatkan bulan suci itu. Keke tiba tiba ingin ke
satu tempat yaitu ke kota Paris, tetapi Keke menyadari jika kondisinya sedang
tidak baik jika melakukan perjalanan jauh. Maka Keke memutuskan untuk pergi ke
menara paris van java yang ada di Bandung. Pada awalnya ayah tidak mengijinkan
Keke, tetapi akhirnya Keke diijinkan Ayah tetapi dengan syarat . kalau Keke
tidak kuat untuk berpuasa maka Keke harus membatalkan puasanya. Perjalanan
indah telah berakhir. Kami kelelahan setelah sepanjang perjaanan bertamasya di
Bandung. Tak henti hentinya senyuman kebahagiaan dan kebersamaan selalu ada di
wajah kami setidaknya senyum itu terasa hangat dan menyentuh hatiku. Keke
bersyukur untuk dapat berada disini sampai Keke menghitung detik detik dimana
Keke harus melangkah meninggalkan kota penuh kenangan ini.
Hujan
rintik rintik terdengar ringan di telinga Keke. Baru saja Keke melewati idul
fitri. Wajah Keke yang semakin hari semakin memebesar memenuhi wajah Keke.
Mungkin sebagian sel kanker telah merusak sebagian dari tubuh Keke. Keke
terkadang tidak berangkat sekolah karena keadaan tubuhnya yang mendadak lemah
akibat kanker yang menyerang otaknya. Meskipun Keke tidak berangkat sekolah,
bukan berarti dia tidak punya catatan sekolah . Keke meminjam buku catatan pada
teman temannya. Ujian akhir semester telah tiba, ayah Keke yang sempat ragu
dengan keadaan Keke kini mulai terbiasa karena tekad dan semangat Keke. Keke
sangat siap menuju ke bangku ujian. Melihat kondisi Keke yang semakin hari
semakin tidak baik, ayah sempat melarang Keke untuk mengikuti ujian. Saat
bangun tidur kaki Keke terasa mati rasa, padahal di hari itu ia harus mengikuti
ujian. Akhirnya Keke terpaksa berjalan dengan tangannya. Keke meminta tolong
pada pak Iyus untuk menggendong menuju ke tempat duduk Keke. Sebelum ujian
pertama berlangsung, ayah sempat menelpon Keke agar Keke bisa semangat dan
focus dalam mengerjakan ujiannya. Tiba tiba pada ujian terakhir Keke merasa
lemas sekali dan tubuhnya mulai tak kuasa menopang diriinya . keke mulai tak
bisa mneggoreskan tinta hitam pada kertas ujian. Keke merasakan pusing , dan
yang terjadi tiba tiba Keke mimisan. Semua orang yang ada dalam ruangan itu
kaget. Pak Iyus langsung membawa Keke menuju ke toilet untuk membersihkan darah
mimisan itu. Tak henti hentinya Keke berdoa sama Tuhan supaya Keke diberikan
kekuatan lagi untuk mengerjakan ujian terakhir itu. Keke kembali ke kelasnya
dan Keke memohon pada ibu guru pengawas untuk mengijinkan Keke mengerjakan
kembali dengan bantuan pak Iyus. Ibu guru pengawas melihat keadaan Keke yang
seperti itu langsung menyetujuinya. Selesai ujian, teman teman Keke menghampiri
Keke, dan mereka prihatin dengan keadan Keke yang seperti itu. Walaupun Keke
menhahan rasa sakit pada dirinya tetapi Keke tetap ceria dan mengatakans seolah
olah tidak ada apa-apa di dalam hidupnya. Setelah pulang sekolah , Keke
langsung menjenguk ayah di rumah sakit. Dokter yang merawat ayah sempat bingung
, setelah diperiksa lambung ayah tidak terjadi apa-apa. Ternyata setelah
diperiksa ahli psikolog , ayah terlalu banyak pikiran . karena memikirkan Keke
yang tak kunjung sembuh dan harus mengikuti ujuian dengan kondisi yang seperti
itu. Dokter psikolog itu menyarankan kepada ayah , jika ayah harus kuat dan
ceria dihadapan Keke ,Keke saja bisa menghadapi kenyataan yang mungkin pahit
dari Tuhan. Ayah yang hanya sakit seperti itu juga harus tegar dan kuat seperti
Keke. Bangkit dari itu, setelah ujian berlangsung Keke mulai merasakan tubuhnya
lemas dan malas untuk bangun dari tempat tidur. Keke hanya ditemani oleh serial
tv yang membangkitkan semangat Keke seperti, buku harian nayla. Suatu malam ,
Keke tiba tiba mengeluarkan darah yang begitu derasnya dari hidungnya,ia ingin
memanggil ayah tetapi suara Keke yang mungkin terlalu kecil untuk didengar.
Keke tak bisa berjalan, akhirnya Keke merangkak seperti si moni,kucingnya. Ayah
Keke yang melihat Keke di pintu kamarnya histeris dan Keke langsung dibawakan
ke rs. Ciptomangunkusumo. Setelah sampai Keke meminta ayah untuk menggendong
Keke, karena Keke rasanya lumpuh pada kaki. Keke disuruh menginap oleh pihak
rumah sakit dengan ditemani oleh ayah dan kedua kakaknya. Nafas Keke yang
kadang sesak membuat Keke kesulitan untuk bernafas untungnya sokter menyiapkan
oksigen untuk Keke. Sahabat sahabat Keke yang tahu kalau Keke kembali masuk
rumah sakit pun kembali meluangkan waktunya datang kepada Keke. Keke sangat
gembira sekali, aplaagi dengan kedatangan Andi yang telah lama ia tak
melihatnya. Suatu hari ada sebuah berita besar yaitu Keke lulus ujian dan ia
menyabet peringkat 3 dalam kelasnya. Keke mengucap syukur pada Tuhan dan ayah
terharu kepada prestasi Keke.
Hari
demi hari, detik demi detik yang berjalan membuat Keke berpikir akan suata saat
kelak. Pada hari itu, keadaan Keke mulai memburuk dan tidak seperti biasanya.
Dokter mulai bergegas memasuki ruangan operasi dengan beberapa perlengkapan
kedokteran. Kanker dalam tubuh Keke menyebar keseluruh organ tubuh mulai dari
kepala yang tertekan,hidung Keke yang mulai kehilangan kepekaan ,serta paru
paru yang terus menerus mengeras dan terasa sulit bernafas. Dokter mengatakan
kepada ayah jika umur Keke tinggal beberapa hari lagi. Ayah berusaha keras
mengubungi pihak rumah sakit Amerika untuk pengobatan lanjutan Keke. Tetapi
setelah dikirim hasil copy scenan dari Indonesia, pihak rumah sakit Amerika
tidak sanggup menolong penyakit kanker Keke yang sudah parah. Sehabis operasi
itu Keke tak pernah sadar dari komanya. Saat Keke dalam keadaan koma, Keke
mengalami mimpi yang panjang Keke dalam mimpi itu ia sedang mengunjungi kota
Paris. Keke merasa berjalan sendirian mengelilingi menara Eiffel. Dalam
perjalnan Keke, Keke melihat rumah yang angat megah dan indah dengan pagar yang
mencapai 10 meter tingginya. Pemilik rumah itu membukakan rumah istana itu
,ternyata orangnya Keke pernah bertemu dengannya di mimpi Keke yang sebelum
mimpi ini, Keke menjulukinya malaikat. Kakak yang cantik itu memberikanku
sekeranjang melati putih danm mengajakku bermain di istananya. Di situ Keke
tidak merasakan rasa sakit lagi, terasa hilang rasa sakit Keke, Keke dalam
mimpi itu ingin tinggal di istana itu selamanya, tetapi kakak itu mengingatkan
dulu, kalau Keke harus pamit dulu sama ayah dan teman teman Keke. Keke sempat
menulis surat kecil untuk kakak itu jika
nanti Keke tidak kembali pasa istananya. Setelah Keke tersadar dari mimpinya
dan terbangun dari komanya 3 hari tanpa pernah bangun dari ranjangnya. Setelah
tersadar dari komanya teman-teman dan pihak keluarga Keke semua menunggunya.
Keke menyatakan ingin berpamitan pada semua orang. Keke menuliskan kalimat
terakhir Keke jika nanti Keke pergi, maka kakak,ayah,dan ibu harus rukun dan
bahagia. Dalam kisah ini yang kehilangan Keke, tidak hanya ayahnya tetapi
keluarganya dan sahabtnya yang selalu menemani Keke.
Kelebihan
dari novel ini sangat banyak. Kita dapat memetik hikmahnya yaitu mengajarkan untuk
ikhlas, kuat, tawakal, serta pantang menyerah pada cobaan,mengharukan
dan mampu membawa pembaca dalam dunia yang penulis suguhkan secara sedemikian
mungkin, dan mengambil dari kisah nyata
seseorang remaja yang benar-benar terjadi di Indonesia. Kata demi kata disusun
dengan runtut dan bagus. Dengan kalimat kiasan yang mudah dipahami.
Novel ini hampir tidak mempunyai
kekurangan, Namun setiap karya manusia pasti memiliki kekurangan.
Kekurangan dari novel ini adalah masih ada penulisan yang salah dan juga ada
penulisan yang kurang menarik dan sulit dimengerti. Kelemahan yang lain yang dimiliki
novel ini, di antaranya kata-kata penulis yang kadang membuat pembaca
berimajinasi lain dalam menafsirkan kata-kata kiasan penulis.
Di dalam novel ini memuat kisah yang
mungkin terjadi pada seorang remaja yang mengidap penyakit yang berbahaya,
tetapi remaja itu tidak pantang menyerah dalam menghadapi penyakitnya.
Comments
Post a Comment